Gubernur Jakarta Cabut Izin Pembangunan Pulau Reklamasi!

Sebarkanlah ~ Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pengumuman besar sore ini. Orang nomor satu di Pemprov DKI itu mencabut izin pembangunan pulau-pulau reklamasi.

"Ini yang sudah selesai kami kerjakan. Isinya berupa pergub dan juga surat pencabutan," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (26/9/2018).

Pencabutan izin pulau reklamasi ini, lanjut Anies, dilakukan setelah Badan Pengelolaan Reklamasi melaksanakan kajian. Setelah badan ini melakukan kajian, disimpulkan izin harus dicabut.

"Terbukti tidak melakukan kewajibannya, maka izinnya dicabut. Jadi pencabutannya bukan selera satu atau dua orang, tapi karena badan telah melakukan verifikasi," ujar Anies.

Sebelumnya, Anies telah menyegel bangunan-bangunan yang ada di pulau reklamasi yang ada di Teluk Jakarta. Penyegelan dilakukan pada Juni 2018.

Pulau Reklamasi Berakhir di Tangan Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi kejutan. Anies memutuskan menyetop secara permanen proyek pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Izin 13 pulau reklamasi dicabut.

Anies ingat betul saat Badan Koordinasi dan Pengelolaan Reklamasi (BKP) Pantai Utara Jakarta dibentuk. Anies dikira akan meneruskan proyek reklamasi lewat BKP. 

"Waktu itu saya sampaikan semuanya sedang mengkritisi imajinasi sendiri. Justru kita menjalankan tata kelola pemerintahan yang benar," kata Anies dalam jumpa pers pengumuman pencabutan izin pembangunan pulau reklamasi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).

Lewat BKP, Pemprov bisa mengambil keputusan sesuai ketentuan terkait dengan pulau reklamasi. 

"Alhamdulillah kami bersyukur bahwa salah satu project besar untuk menyelamatkan pantai utara Jakarta dan Teluk Jakarta insyaallah kita bisa tuntaskan," kata Anies lugas.

Anies mengatakan pencabutan izin tersebut sudah melewati verifikasi secara detail di BKP Pantai Utara Jakarta. Hasilnya, izin pulau reklamasi yang belum dibangun dicabut.

"Tiga belas pulau yang sudah dapat izin melakukan reklamasi, setelah kita lakukan verifikasi, maka gubernur secara resmi mencabut seluruh izin pulau reklamasi tersebut, sehingga kegiatan reklamasi di Jakarta bahwa kegiatan reklamasi telah dihentikan," ujar Anies. 

Lalu bagaimana dengan nasib pulau yang sudah terlanjur terbentuk? Anies menegaskan tata ruang yang ada akan digunakan untuk kepentingan masyarakat 

"Bagi yang sudah terbangun saat ini sedang ada monitoring dampak pembangunan reklamasi terhadap pantai utara, dilakukan juga monitoring untuk memberikan rekomendasi perubahan bentuk serta rehabilitasi pemulihan Pantai Utara Jakarta," papar Anies.

Terkait keputusan yang diambil, Anies mengaku siap menghadapi gugatan dari pengembang pulau reklamasi.

"Setiap warga negara mempunyai hak. Kami siap hadapi gugatan," ujarnya.

Anies sebelumnya sudah menyegel Pulau D reklamasi pada Kamis (7/6) lalu. Sebanyak 932 bangunan disegel karena tak memiliki izin.

sumber : https://news.detik.com/berita/d-4230842/pulau-reklamasi-berakhir-di-tangan-anies
Read More

"Emang Kopaja?" Komplain Penumpang Lion Air Viral Karena Ga Dapat Kursi

Sebarkanlah ~ Maskapai Lion Air kembali mendapat keluhan penumpangnya, dan viral parah di media sosial yaitu facebook. Bahkan sampai artkel ini dibuat telah dishare lebih dari 10 ribu pengguna.


Keluhan Kali ini datang dari pemilik akun Satwika Ika yang mencurahkan kekecewaannya terhadap maskapai penerbangan low fare tersebut di media sosial Facebook, Minggu (23/9/2018).

Ika menceritakan, pada Minggu (16/9), ia hendak melakukan penerbangan dari Palembang menuju Jakarta dengan pesawat Lion Air JT-1341. Ika kemudian memesan tiket dan mendapatkan nomor kursi 35F setelah check in. Namun, kejadian aneh dialaminya karena tidak ada kursi 35F di dalam pesawat tersebut. Kursi penumpang cuma sampai 34. Lah terus mau duduk dimana? Emangnya naik Kopaja?

Tak cuma sampai disitu kekecewaan Satwika Ika, sikap pramugari menambah jengkel.

Berikut selengkapnya curhatan Satwika Ika di akun fbnya yang viral dibagikan ribuan share dan mendapat komen ribuan.

Surat Terbuka untuk Manajemen Lion Air

Dear Manajemen Lion Air,

Tahukah Anda? Minggu lalu, 16 September 2018, saya mengalami kejadian aneh saat terbang menggunakan maskapai Anda.

Bukan, bukan soal delay berjam-jam. Kalau itu sudah menjadi rahasia umum dan tak bisa dibilang aneh lagi. Kali ini saya mengalami naik pesawat, tapi nomor kursinya tidak ada! Nah lhoooo!!

Jadi gini ceritanya. Hari itu saya naik Lion Air dari Palembang ke Jakarta, dengan jadwal penerbangan pagi. Malam harinya saya sudah check in online dan dapat kursi nomor 35F.

Besokannya, ketika saya naik ke pesawat, ternyata kursinya cuma sampai nomor 34. Sekali lagi, cuma sampai nomor 34. Sedangkan nomor kursi saya 35. Terus, saya duduk di mana dong? Lesehan deket toilet?



Kesialan saya bertambah karena saya bertemu dua pramugari yang kurang mengerti sopan santun.

Saya tanya baik-baik apakah saya berada di pesawat yang benar sesuai dengan tiket. Pramugari bilang, benar.

"Kok nomor kursinya cuma sampai 34 Mbak. Saya dapat nomor 35," saya lanjut bertanya

"Standby saja dulu. Nanti dijamin pasti dapat kursi," jawab si pramugari sambil ngeloyor pergi tanpa menjelaskan apa yang terjadi

"Maksudnya standby gimana nih Mbak," kata saya setengah kencang

"Standby saja di belakang dulu," jawabnya sambil tetap memunggungi saya

Saya ikuti instruksinya. Saya mundur ke belakang dekat toilet dan berdiri di sana tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kebetulan, di sebelah saya berdiri seorang pramugari lain. Saya sempat melirik papan nama, kalau tidak salah namanya Sherryl.

"Mbak, kok bisa ya kursinya cuma sampai 34 sedangkan saya nomor 35?" tanya saya saking penasaran

"Di web check in itu konfigurasinya untuk pesawat besar. Sedangkan ini kita pakai pesawat kecil," kata si pramugari tanpa senyum, apalagi bilang maaf.

"Terus saya duduk di mana Mbak," tanya saya lagi

"Duduk di kursi kosong aja
dulu," kata pramugari itu

Lagi-lagi saya mengikuti arahan pramugari. Saya duduk di kursi kosong nomor 34 dekat jendela. Belum sampai lima menit nempelin bokong, eh yang punya kursi datang. Pramugari yang tadi nyuruh saya duduk, berbalik mengusir saya. Saya tetap ikuti karena bagaimanapun itu memang bukan kursi saya.

"Terus saya gimana nih Mbak," kata saya setelah terusir dari kursi kosong

"Duduk aja dulu di kursi kosong yang lain," jawab si pramugari sekenanya

"Kalau saya duduk di kursi lain, terus yang punya kursi datang lagi, saya harus berdiri lagi dong? Mau sampai berapa kali saya diri-duduk-diri-duduk?" kata saya dengan kesabaran yang mulai habis

Di luar dugaan. Si Mbak Pramugari yang diduga bernama Sherryl nyolot dan jawab dengan nada tinggi

"Iya, duduk aja dulu. Nanti juga pasti dapat kursi. Ini kan pakainya pesawat kecil. Mbak check in dengan konfigurasi pesawat besar," kata dia dengan ekspresi kesal dan nada tinggi

"Ya itu bukan kesalahan saya Mbak. Lagian mana ada naik pesawat nggak dapat kursi. Kayak naik angkot aja," saya balas dengan nada tinggi juga. Orang-orang mulai menoleh ke arah kami

"Iya, duduk aja dulu. Nanti juga dapat kursi," jawab dia dengan muka super nyolot

"Saya nggak mau duduk kalau belum jelas. Dan saya nggak mau dikasih kursi sisa asal-asalan ya. Saya mau dapat kursi di dekat jendela sesuai saat check in," kata saya

"Ya udah," jawab si pramugari sambil melengos

Akhirnya saya dan si pramugari sama-sama berdiri di ruangan paling belakang. Saya menyaksikan satu per satu penumpang yang punya nomor resmi, duduk di tempatnya masing-masing. Sementara saya tetap berdiri menunggu.

Si pramugari Sherryl tidak mau lagi bicara dengan saya. Dengan nada kesal, dia menyuruh temannya untuk memanggil staff ground dan mengurus saya.

Tidak lama, datang seorang petugas laki-laki berbaju putih dan memakai rompi. Dia bilang hal saya sama: "duduk saja di bangku yang kosong"

"Bangku kosong itu yang mana maksudnya? Tunjukkin dong ke saya. Jangan saya disuruh nyari-nyari sendiri. Emangnya Kopaja apa? jawab saya kesal

Saya jalan mengikuti petugas. Kemudian petugas memberi saya kursi (saya tidak perhatikan lagi nomer berapa) di dekat jendela. Oke, akhirnya saya duduk juga di kursi sisa. Untung ada, kalau full gimana ya?

Drama belum berakhir. Ada pasangan suami istri bawa anak yang senasib dengan saya. Setelah sempat berdebat, akhirnya petugas mengarahkan suami istri itu ke bagian depan. Saya tidak tahu lagi kelanjutannya. Sudah lelah jiwa.

Kepada jajaran manajemen Lion Air yang terhormat, tahukah Anda? Sampai saya turun tidak ada satu pun ucapan maaf dari kru Anda. Bahkan ketika turun, saya melewati dua pramugari dan mereka sedang asyik ngobrol bisik-bisik gitu.

Tentu sebagai penumpang saya merasa jengkel setengah mati dengan kejadian ini. Saya merasa dibohongi dan direpotkan dengan kesalahan internal Anda. Dan, sebagai orang awam, bolehkah saya bertanya? Apakah manifest penumpang sesepele itu untuk maskapai Anda? Apakah dengan memberi kursi sisa lalu persoalan selesai? Apakah dua pramugari Anda tidak dididik bagaimana cara memperlakukan penumpang dengan baik?

Salam,
satwika

Korban Lainnya :


sumber L https://www.portal-islam.id/2018/09/benar-benar-parah-viral-curhat.html

Read More

Keluarga Puput Minta Ahok Masuk Islam, Ini Jawaban Tegas Ahok !

Sebarkanlah ~ Kabar rencana pernikahan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Bripda Puput Nastiti Devy, hingga kini masih jadi perbincangan publik. Kabar tersebut pun rupanya sudah sampai ke telinga keluarga Puput. Namun seperti diketahui, Ahok dengan Puput berbeda keyakinan. Ahok diketahui memeluk agama Kristen, sedangkan Bripda Puput menganut agama Islam.


Seperti dilansir dari okezone.com (10/9/2018), keluarga Puput rupanya tak keberatan jika memang Ahok ingin serius meminang Puput dan membawanya ke pelaminan. Namun paman Puput, Suprianto yang mewakili keluarga akhirnya ikut angkat bicara terkait kabar rencana pernikahan Ahok dengan Puput.



Sang paman rupanya berharap agar tidak terjadi pernikahan beda agama antara Ahok dengan Puput. Karena itulah Suprianto berharap Puput tidak berpindah keyakinan saat menikah dengan Ahok, tapi justru ia menginginkan agar Ahok yang masuk Islam dan menjadi mualaf. "Saya sebagai paman kalau bisa Puput tidak pindah agama, kalau terjadi pernikahan, semoga Ahok masuk islam" ucap sang paman.

Kabar tersebut rupanya sampai juga ke pihak Ahok, yang langsung menanggapinya lewat postingan di akun Instagram @basukibtp (8/9/2018) lalu. Pihak Ahok memberikan tanggapannya dengan menuliskan 2 poin, di mana poin pertama menyebutkan kalau Ahok akan menjawab sendiri tentang kabar rencana pernikahannya setelah bebas nanti. Sedangkan poin kedua menyebutkan bahwa Ahok yang sekarang masih sama dengan Ahok yang dulu.


"1. Terkait opini pemberitaan yang beredar akhir-akhir ini, BTP mengatakan akan menjawab sendiri mengenai semua hal itu ketika bebas nanti. 2. Yang pasti BTP yang sekarang masih sama seperti BTP yang dahulu, yang taat kepada agama dan konstitusi. Dan saat ini BTP sedang belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik bagi dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat," demikian isi postingan tersebut.

sumber : https://www.ucnews.id/news/Keluarga-Puput-Minta-Ahok-Masuk-Islam-Sebelum-Nikah-Begini-Jawaban-Ahok-yang-Bikin-Syok/1172044880969341.html
Read More

Pulang Haji, Jamaah Asal Makasar Berdandan Ala Pesta Perkawinan Dalam Pesawat

Sebarkanlah ~ Aliyah Ummu Hafizh, salah satu jemaah haji Kloter 14 UPG asal Sulawesi Selatan tercengang melihat penumpang pesawat Garuda yang berubah seperti acara pesta perkawinan ala-ala Bugis-Makassar.

Sebelum take off dari Jedaah, Aliyah menyaksikan semua penumpang Pesawat Garuda dengan nomor Penerbangan GIA 1307 ini mengenakan pakaian hijab yang rapi dan tertutup rapat.

“Setelah mengudara kurang lebih sekitar 5 jam lamanya tiba-tiba penumpang jamaah wanita jadi heboh seketika padahal kru pesawat belum mengabarkan kalo pesawat akan landing beberapa jam ke depan…” tulis Aliyah di akun facebooknya, Sabtu, 8 September 2018.

Dia menulis, bahwa jamaah yang tadinya berangkat dengan hijab rapi dan tertutup rapat tiba-tiba berubah jadi suasana bak di pesta bahkan melebihi. “Baju bertaburan blink-blink dan warna warni dilengkapi dandanan menor plus ‘talili’ (penutup kepala khas jamaah haji bugis makassar) dilengkapi jubah laksana batman yg berkilauan pula, ” tulis Aliyah.

Setelah menyaksikan perilaku sebagian jamaah haji perempuan di atas pesawat ini, Aliyah jadi yakin dengan cerita-cerita selama ini beredar tentang kebiasaan jamaah setelah pulang berhaji. “Saya yang selama ini hanya mendengar cerita dari beberapa jamaah yang telah pulang dari berhaji akhirnya menyaksikan langsung kebenaran cerita tersebut, “

Wanita asal Pangkep ini melanjutkan ceritanya, bahwa dirinya secara tidak sengaja mendengar percakapan kru pesawat yang berkewarganegaraan asing dengan pramugari asal Indonesia.

“Dalam percakapannya dalam Bahasa Inggris saya sdikit bisa menangkap bahwa bule tersebut menanyakan kenapa mereka tiba-tiba berganti pakaian seperti itu? Lantas si pramugari menjawab kalau itu adalah bentuk celebrasi ketika orang Makassar pulang dari menunaikan ibadah haji. Tak lupa pramugari tersebut menjelaskan bahwa itu bukan bagian dari ajaran Islam dan mengatakan “if moslem syarii fashion like this… Sambil menunjuk ke arah saya…”

“Setelah kru pria tsb berlalu saya bertanya ke si mba’ Pramugari, “mba’ selama bertugas sebagai pramugari pesawat untuk jamaah haji apa di daerah lain juga sperti ini ya? “ga’ mba”, hanya yang dari Makassar aja… Kadang saya jadi sedih mba’, merasa gagal mendampingi kok yang seharusnya menyempurnakan pakaian kok malah seperti itu, padahal perjuangan untuk ibadah haji kan berat mba’? Seandainya saya bukan dalam keadaan bertugas pakaian saya ini pun belum menutup dengan sempurna mba’.. Ini ujung dagu sy, ujung lengan saya masih kebuka mba’… Suara si mba’ pramugari kedengaran bergetar dan hampir meneteskan air mata, ” kisahnya lagi.

Postingan akun bernama Aliyah Ummu Hafizh ini pun viral di media sosial Facebook sejak di posting pertama kali, Sabtu. Dia akhir catatannya, sepertinya Aliyah akan melanjutkan ceritanya dan tak lupa memberi hash tag (tanda pagar) #kisahdipojokpesawatgaruda.

Pesawat yang mengangkut 452 orang jemaah haji Kloter 14 UPG asal dari Kabupaten Sorong, Manokwari Papua Barat dan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ini take off dari jeddah pada tanggal 6 September 2018 pukul 05.30 waktu setempat

Penerbangan ini tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Pukul 21.45 Wita atau ditempuh waktu sekitar 11 jam dari Saudi Arabia.

Hingga Minggu, sekira pukul 10.00 Wita, postingan telah dibagikan sebanyak 3000 lebih, 600 komentar lebih dan 1700 reaksi.

Komentar para netizen pun beragam, baik yang mendukung atau pun kontra soal kebiasaan warga Sulawesi Selatan umumnya bila pulang dari berhaji.

“Perlu pencerahan bagi jamaah haji bugis makassar agar budaya pakaian setelah berhaji kembali ke sunnah, budayakan syariat Islam jangan memasukkan budaya kedalam Islam.. Sebaiknya dilakukan saat manasik haji.. 😁 😁, ” tulis akun bernama Iwan Sain

“Mabrur tdkx hax Allah SWT yg tau wlwpun ditutupi pakaian syar’i tdk ada yg tau bagaimana pada saat Dy brbicara bisa sj disitu ada kesombongan..cara berpakaian tdk menjamin Anda mabrur… Mnurutku Sebisa mungkin lebih baik Qt tdk usah ngurusi urusan orang itu Krn ad Allah SWT yg akan mengurusi ituπŸ˜‰ sj, ” tulis Rahmayanti Thyen.

Posting Dandanan Ibu Haji Baru yang Blink-blink, Netizen: Jangan sampai niat baik, jadi…



Aliyah Ummu Hafizh, salah satu jemaah haji Kloter 14 UPG asal Sulawesi Selatan kembali dikagetkan dengan respon netizen atas postingan status dan fotonya soal penampilan jamaah haji kloternya berubah drastis, dari jilbab Syar’i menjadi dandanan mewah seperti acara pesta di Sulsel.

Status yang dipostingnya sejak Sabtu, 8 September 2018 menjadi viral hingga tulisan ini diturunkan. Setidaknya hingga Minggu sore, postingan curhat Aliyah sudah dibagikan sebanyak 3300 kali, 700 komentar lebih dan 2000 kali reaksi.

“Mreka menunaikan ibadah haji krn hanya ingin d panggil haji bkn krn ingin melakukan ibadah. Astagfirullah…” tulis Shamry Muh Nur di kolom komentar postingan Aliyah.

Pemilik akun bernama Kartini Pomala mengatakan dandanan yang tertangkap kamera Aliyah adalah ciri khas orang Bugis. Dia juga pernah mengalami hal itu, seperti penggunaan Telitti, cipo-cipo atau Parampa’ (penutup kepala khas jamaah haji Bugis-Makassar) karena membuatnya lebih bersemangat (masumange) dan berkah (mabarakka).

“Sy selaku orang bugis itu ciri khaax krn dgn memakai telitti itu dibilang hj mabrur krn sy dulu pulang dari hj jg begitu masumange dibilang orang bugis mabarakka, ” tulis Kartini.

Namun ada beberapa akun yang nampaknya tidak sependapat dan malah tidak ‘senang’ atas apa yang ditulis dan dibagikan Aliyah.

“Jangan sampai niat baik, jadi cela ya ibu .. Saya juga orang bugis, tdk setuju dgn budaya tersebut. Tp klw mau menegur, ada adabnya juga ibu. Tdk harus lewat sosmed dan menampilkan aib sesama. Klw ibu punya niat baik menegur, maka bolehlah ibu menegur, tp sesuai adab, menyampaikan langsung kepda orangnya, tdk di depan orang bnyak, agar yg ditegur tdk merasa tersinggung. dan tdk perlu lwat sosmed. Semoga ibu2 yg menunaikan haji, jadi haji yg mabrur. Jangan smpai ibu merasa paling benar krna sdh bersyar’i . Doakan ibu2 haji dri makassar juga bisa menyadari kekeliruannya, dan ikut berpaiakaian syar’i sesuai ajaran Islam .” tulis akun bernama Yunita Dewi Dks.

“Ada manfaat dari merepost ini postingan ? Afwan sy pernah baca “Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kpd ssorg, maka mereka menasehatinya secara rahasia. Barangsiapa yg menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yg menasehatinya di depan org banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.” (Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam). Menyebarkan foto2 mereka yg tnp pakaian syar’i membuat dosa mereka ber+, tdkkah anda berpikir kalo anda turut andil di dalamnya ?? Afwan bijak dan cerdaslah dalam bersosmed. Semoga bermanfaat.” tulis Tenri Sanna

Aliyah telah memposting status yang berisi klarifikasi atas postingan Facebooknya yang lagi viral. Selain meminta maaf, sebenarnya dia ingin menyampaikan rasa harunya terhadap Ghondo, pramugari pesawat Garuda yang membawanya dari Jeddah, Arab Saudi ke Makassar.

“Masyallah, sungguh di luar dugaan….dapat like lebih dari 1000 dan dibagikan juga lebih dari 1000x. Ada yang pro dan kontra, ada yang langsung inbox katanya saya menjelek-jelakan suku bugis Makassar, ada menghujat balik saya dan minta menarik postingan saya, oh.. No.. No..No…” tulisnya, Minggu, 9 Sepetember 2018, yang memperlihatkan bila dirinya berada di Jl Poros Makassar Parepare Km 81 Mandalle Pangkep.

Dirinya menyadari bila dirinya tidak lebih baik dari orang-orang yang ada di gambar (foto yang dipostingnya). Dia mengaku sebagai lulusan SMEA, sudah berumur dan belum menyelesaikan studi S1.

“Saya juga berasal dari suku bugis tulen, suami saya juga bugis Makassar dan sama sekali tidak bermaksud menyinggung adat istiadat suatu daerah, yang saya tahu tradisi atau adat istiadat yang bertentangan degan syari’at Islam tidak perlu kita ikuti….”

“Keluarga saya di kampung juga masih banyak yang berpenampilan seperti itu ketika pulang berhaji, berulang-ulang saya baca kembali postingan saya yang memang saya tulis apa adanya dan tidak pake konsep sesuai dengan apa yang saya liat dan saya dengar, beberapa kutipan percakapan saya dengan Mba’ Gondho Pramugari maskapai yang bertugas saat penerbangan kloter 14 UPG rute Jeddah-UPG.”

“Tidak satu kalimat pun yang bermaksud menjudge atau menjelek-jelakan orang dan merasa benar sendiri. Mabrur tidaknya haji seseorang biar Allah saja dan masyarakat yang bisa menilai dari tindak-tanduk seseorang setelah kembali. Namun yang ingin saya sampaikan sebenarnya adalah kekaguman saya kepada Mba’ Pramugari yang dengan suara bergetar bercerita pengalamannya selama bertugas sebagai pramugari pendamping jamaah haji.” tulisnya.

Sebelumnya pesawat yang mengangkut 452 orang jemaah haji Kloter 14 UPG asal dari Kabupaten Sorong, Manokwari Papua Barat dan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ini take off dari jeddah pada tanggal 6 September 2018 pukul 05.30 waktu setempat.

Penerbangan ini tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Pukul 21.45 Wita atau ditempuh waktu sekitar 11 jam dari Saudi Arabia.

Aliyah menyaksikan semua penumpang Pesawat Garuda dengan nomor Penerbangan GIA 1307 ini sebelum take off dari Jedaah mengenakan pakaian hijab yang rapi dan tertutup rapat.

“Setelah mengudara kurang lebih sekitar 5 jam lamanya tiba-tiba penumpang jamaah wanita jadi heboh seketika padahal kru pesawat belum mengabarkan kalo pesawat akan landing beberapa jam ke depan…” tulis Aliyah di akun facebooknya, Sabtu, 8 September 2018.

Dia menulis, bahwa jamaah yang tadinya berangkat dengan hijab rapi dan tertutup rapat tiba-tiba berubah jadi suasana bak di pesta bahkan melebihi. “Baju bertaburan blink-blink dan warna warni dilengkapi dandanan menor plus ‘talili’ (penutup kepala khas jamaah haji bugis makassar) dilengkapi jubah laksana batman yg berkilauan pula, ” tulis Aliyah.

Setelah menyaksikan perilaku sebagian jamaah haji perempuan di atas pesawat ini, Aliyah jadi yakin dengan cerita-cerita selama ini beredar tentang kebiasaan jamaah setelah pulang berhaji. “Saya yang selama ini hanya mendengar cerita dari beberapa jamaah yang telah pulang dari berhaji akhirnya menyaksikan langsung kebenaran cerita tersebut, ” tulinya lagi.

sumber : https://www.sulselsatu.com/2018/09/09/berita-utama/pesawat-jamaah-haji-heboh-mendadak-seperti-pesta-perkawinan-bugis-makassar.html
Read More