Sadis, Di TPS Bali Suara Jokowi 183 Ditulis 1.883

Sebarkanlah ~ Dugaan penggelembungan suara atau kecurangan dalam Pemilu 2019 khususnya pemilihan presiden kembali terjadi. Kali ini, kecurangan itu ditemukan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4, Petak Kaja, Gianyar, Bali.

Dari data yang di-upload ke sistem informasi penghitungan (situng), KPU menuliskan bahwa calon presiden dan wakil presiden, Jokowi-Ma'ruf Amin, mendapatkan 1.833 suara. Sedangkan kompetitornya, capres-cawapres 02, Prabowo-Sandi, hanya mendapat 2 suara.

Keanehan terlihat ketika jumlah seluruh suara sah sebanyak 185, jumlah suara tidak sah 4, sehingga total menjadi 189 suara, baik yang sah maupun yang tidak sah.

Pada formulir C1, tercatat Jokowi-Ma'ruf mendapatkan suara sebanyak 183. Sedangkan Prabowo-Sandi 2 suara. Jika dibanding dengan apa yang tertulis di website KPU, maka penggelembungan suara untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf sebanyak 1.650.

Temuan itu sendiri diungkap oleh salah satu pengguna twitter yaitu @CakKhum. Setelah VIVA mengcek di situs resmi KPU, pada pukul 16.59 WIB, data dari TPS yang di maksud di atas ditulis keterangan "data belum tersedia". (ase)

sumber : https://www.viva.co.id/pemilu/berita-pemilu/1142384-klarifikasi-dandrem-162-wb-yang-dituduh-sebut-prabowo-menang?medium=autonext
Read More

Akhirnya, Berkendara Sambil Merokok Kena 750 Ribu Rupiah

Sebarkanlah ~ Kabar baik bagi kita yang selama ini terganggu dengan para pengendara yang merokok.

Selain mereka yang jadi pelaku, semua orang pasti kerap merasa jengkel jika saat berkendara ada pengendara lain yang sedang merokok tepat dihadapan kita. Nah, untungyabaru-baru ini pemerintah telah mengeluarkan peraturan perihal kebiasaan pengendara yang merokok di jalan.

Polisi menyebut para pengemudi mobil dan sepeda motor yang kedapatan merokok saat berkendara dapat dikenakan denda sebesar Rp 750.000. Dilansir dari Kompas.com, Kasubdit Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir mengatakan, aturan itu sesuai dengan Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Hukumannya ya ditilang, hukumannya tiga bulan penjara atau denda Rp 750.000, itu saja,” kata Nasir. Lebih lanjut Nasir menjelaskan, peraturan itu berlaku bagi semua pengendara, tidak sebatas pada pengendara sepeda motor saja.

Akan tetapi, Nasir menyebut pengendara yang kedapatan merokok tak serta-merta langsung ditilang. Beliau mengatakan, polisi akan melakukan upaya edukatif dan persuasif sebelum menindak pelanggar secara represif dengan memberikan tilang. “Tidak semua pelanggaran ditilang, ada yang diingatkan, dibima, diberikan imbauan. Tidak serta merta, tindakan ditilang atau tidak nanti pertimbangan petugas di lapangan,” ujar Nasir.

Alasan lain, mengapa merokok dilarang bagi para pengendara bermotor. Karena aktivitas ini dianggap dapat mengganggu konsentrasi saat berkendara hingga dikhawatirkan dapat membahayakan perjalanan.“Itu masuk dalam aktivitas mengganggu konsentrasi dan berpotensi membahayakan, masuknya dalam teknis keselamatan, secara etika, secara prioritas juga tidak baik. Kalau ditanya soal pelanggaran atau tidak, karena sudah jelas dan ada aturanya berarti masuk dalam pelanggaran pidana lalu lintas,” pungkas Nasir.

sumber: https://gobagi.com/akhirnya-pengendara-yang-sambil-merokok-akan-kena-denda-750-ribu-rupiah

Read More

Semakin Jenius Seseorang, Semakin Sedikit Teman Yang Dimilikinya

Sebarkanlah ~ Sebagai makhluk sosial, manusia memang tidak akan mampu hidup tanpa membutuhkan orang lain. Sudah kodratnya manusia diciptakan Allah harus berhubungan dan membutuhkan orang lain. 

Tentu saja banyak orang yang berpandangan bahwa kita membutuhkan teman untuk berkomunikasi dan juga bertukar pikiran. Namun hal ini tak sepenuhnya diyakini juga oleh ilmuwan.


Karena pada beberapa orang, terlebih mereka yang memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata. Memiliki teman banyak bukanlah sesuatu yang mereka suka. Mau tahu apa alasannya? yuk disimak berikut ini:

1. Semakin Tinggi Level IQ Seseorang, Semakin Rendah Kebutuhannya dalam Berkomunikasi dengan Orang Lain
Kebanyakan orang cerdas justru kerap merasa tak puas dengan kehidupan mereka jika mereka terlalu aktif dalam bersosialisasi. Mereka tak merasa bahagia saat mereka terlalu banyak berpesta. Untuk itulah, mereka lebih memilih menarik diri dari pergaulan yang sudah terlalu melibatkan banyak orang.

2. Orang Cerdas Cenderung Memiliki Lingkup Pertemanan yang Sempit 
Cara pandang dan cara berpikir orang cerdas cenderung berbeda dengan orang pada umumnya. Hal inilah yang menyebabkan orang-orang tertentu saja yang mau berteman dengan mereka.

3. Banyak Orang Menilai Orang Cerdas Hanya Hidup dengan Dunianya Sendiri dan Tak Mau Bersosialisasi 
Pandangan inilah yang akhirnya membuat banyak orang enggan untuk berteman dengan orang-orang yang cerdas. Hanya beberapa orang saja yang mau menerima orang cerdas sebagai teman. Padahal pandangan itu tak selalu benar. Mereka bukan tak ingin berteman dengan banyak orang, hanya saja lebih selektif dalam memilih teman.

4. Orang Cerdas Cenderung Lebih Tertarik dengan Hal-hal Penting Bagi Mereka
Orang cerdas memiliki kecenderungan untuk lebih tertarik pada hal yang penting bagi mereka. Sedangkan untuk masalah komunikasi akan mereka letakkan di prioritas kesekian.

5. Orang Cerdas Kerap Berpikir Bahwa Komunikasi dengan Teman Bisa Membuat Kebahagiaannya Terganggu
Orang cerdas cenderung menganggap bahwa komunikasi denga teman bisa mendistraksi mereka dengan aktivitas utama mereka sehingga kebahagiaan mereka pun bisa terganggu.

sumber : https://gobagi.com/semakin-cerdas-seseorang-semakin-sedikit-pula-teman-yang-ia-punya/ 

Read More

Gubernur Jakarta Cabut Izin Pembangunan Pulau Reklamasi!

Sebarkanlah ~ Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pengumuman besar sore ini. Orang nomor satu di Pemprov DKI itu mencabut izin pembangunan pulau-pulau reklamasi.

"Ini yang sudah selesai kami kerjakan. Isinya berupa pergub dan juga surat pencabutan," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (26/9/2018).

Pencabutan izin pulau reklamasi ini, lanjut Anies, dilakukan setelah Badan Pengelolaan Reklamasi melaksanakan kajian. Setelah badan ini melakukan kajian, disimpulkan izin harus dicabut.

"Terbukti tidak melakukan kewajibannya, maka izinnya dicabut. Jadi pencabutannya bukan selera satu atau dua orang, tapi karena badan telah melakukan verifikasi," ujar Anies.

Sebelumnya, Anies telah menyegel bangunan-bangunan yang ada di pulau reklamasi yang ada di Teluk Jakarta. Penyegelan dilakukan pada Juni 2018.

Pulau Reklamasi Berakhir di Tangan Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi kejutan. Anies memutuskan menyetop secara permanen proyek pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Izin 13 pulau reklamasi dicabut.

Anies ingat betul saat Badan Koordinasi dan Pengelolaan Reklamasi (BKP) Pantai Utara Jakarta dibentuk. Anies dikira akan meneruskan proyek reklamasi lewat BKP. 

"Waktu itu saya sampaikan semuanya sedang mengkritisi imajinasi sendiri. Justru kita menjalankan tata kelola pemerintahan yang benar," kata Anies dalam jumpa pers pengumuman pencabutan izin pembangunan pulau reklamasi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).

Lewat BKP, Pemprov bisa mengambil keputusan sesuai ketentuan terkait dengan pulau reklamasi. 

"Alhamdulillah kami bersyukur bahwa salah satu project besar untuk menyelamatkan pantai utara Jakarta dan Teluk Jakarta insyaallah kita bisa tuntaskan," kata Anies lugas.

Anies mengatakan pencabutan izin tersebut sudah melewati verifikasi secara detail di BKP Pantai Utara Jakarta. Hasilnya, izin pulau reklamasi yang belum dibangun dicabut.

"Tiga belas pulau yang sudah dapat izin melakukan reklamasi, setelah kita lakukan verifikasi, maka gubernur secara resmi mencabut seluruh izin pulau reklamasi tersebut, sehingga kegiatan reklamasi di Jakarta bahwa kegiatan reklamasi telah dihentikan," ujar Anies. 

Lalu bagaimana dengan nasib pulau yang sudah terlanjur terbentuk? Anies menegaskan tata ruang yang ada akan digunakan untuk kepentingan masyarakat 

"Bagi yang sudah terbangun saat ini sedang ada monitoring dampak pembangunan reklamasi terhadap pantai utara, dilakukan juga monitoring untuk memberikan rekomendasi perubahan bentuk serta rehabilitasi pemulihan Pantai Utara Jakarta," papar Anies.

Terkait keputusan yang diambil, Anies mengaku siap menghadapi gugatan dari pengembang pulau reklamasi.

"Setiap warga negara mempunyai hak. Kami siap hadapi gugatan," ujarnya.

Anies sebelumnya sudah menyegel Pulau D reklamasi pada Kamis (7/6) lalu. Sebanyak 932 bangunan disegel karena tak memiliki izin.

sumber : https://news.detik.com/berita/d-4230842/pulau-reklamasi-berakhir-di-tangan-anies
Read More

"Emang Kopaja?" Komplain Penumpang Lion Air Viral Karena Ga Dapat Kursi

Sebarkanlah ~ Maskapai Lion Air kembali mendapat keluhan penumpangnya, dan viral parah di media sosial yaitu facebook. Bahkan sampai artkel ini dibuat telah dishare lebih dari 10 ribu pengguna.


Keluhan Kali ini datang dari pemilik akun Satwika Ika yang mencurahkan kekecewaannya terhadap maskapai penerbangan low fare tersebut di media sosial Facebook, Minggu (23/9/2018).

Ika menceritakan, pada Minggu (16/9), ia hendak melakukan penerbangan dari Palembang menuju Jakarta dengan pesawat Lion Air JT-1341. Ika kemudian memesan tiket dan mendapatkan nomor kursi 35F setelah check in. Namun, kejadian aneh dialaminya karena tidak ada kursi 35F di dalam pesawat tersebut. Kursi penumpang cuma sampai 34. Lah terus mau duduk dimana? Emangnya naik Kopaja?

Tak cuma sampai disitu kekecewaan Satwika Ika, sikap pramugari menambah jengkel.

Berikut selengkapnya curhatan Satwika Ika di akun fbnya yang viral dibagikan ribuan share dan mendapat komen ribuan.

Surat Terbuka untuk Manajemen Lion Air

Dear Manajemen Lion Air,

Tahukah Anda? Minggu lalu, 16 September 2018, saya mengalami kejadian aneh saat terbang menggunakan maskapai Anda.

Bukan, bukan soal delay berjam-jam. Kalau itu sudah menjadi rahasia umum dan tak bisa dibilang aneh lagi. Kali ini saya mengalami naik pesawat, tapi nomor kursinya tidak ada! Nah lhoooo!!

Jadi gini ceritanya. Hari itu saya naik Lion Air dari Palembang ke Jakarta, dengan jadwal penerbangan pagi. Malam harinya saya sudah check in online dan dapat kursi nomor 35F.

Besokannya, ketika saya naik ke pesawat, ternyata kursinya cuma sampai nomor 34. Sekali lagi, cuma sampai nomor 34. Sedangkan nomor kursi saya 35. Terus, saya duduk di mana dong? Lesehan deket toilet?



Kesialan saya bertambah karena saya bertemu dua pramugari yang kurang mengerti sopan santun.

Saya tanya baik-baik apakah saya berada di pesawat yang benar sesuai dengan tiket. Pramugari bilang, benar.

"Kok nomor kursinya cuma sampai 34 Mbak. Saya dapat nomor 35," saya lanjut bertanya

"Standby saja dulu. Nanti dijamin pasti dapat kursi," jawab si pramugari sambil ngeloyor pergi tanpa menjelaskan apa yang terjadi

"Maksudnya standby gimana nih Mbak," kata saya setengah kencang

"Standby saja di belakang dulu," jawabnya sambil tetap memunggungi saya

Saya ikuti instruksinya. Saya mundur ke belakang dekat toilet dan berdiri di sana tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kebetulan, di sebelah saya berdiri seorang pramugari lain. Saya sempat melirik papan nama, kalau tidak salah namanya Sherryl.

"Mbak, kok bisa ya kursinya cuma sampai 34 sedangkan saya nomor 35?" tanya saya saking penasaran

"Di web check in itu konfigurasinya untuk pesawat besar. Sedangkan ini kita pakai pesawat kecil," kata si pramugari tanpa senyum, apalagi bilang maaf.

"Terus saya duduk di mana Mbak," tanya saya lagi

"Duduk di kursi kosong aja
dulu," kata pramugari itu

Lagi-lagi saya mengikuti arahan pramugari. Saya duduk di kursi kosong nomor 34 dekat jendela. Belum sampai lima menit nempelin bokong, eh yang punya kursi datang. Pramugari yang tadi nyuruh saya duduk, berbalik mengusir saya. Saya tetap ikuti karena bagaimanapun itu memang bukan kursi saya.

"Terus saya gimana nih Mbak," kata saya setelah terusir dari kursi kosong

"Duduk aja dulu di kursi kosong yang lain," jawab si pramugari sekenanya

"Kalau saya duduk di kursi lain, terus yang punya kursi datang lagi, saya harus berdiri lagi dong? Mau sampai berapa kali saya diri-duduk-diri-duduk?" kata saya dengan kesabaran yang mulai habis

Di luar dugaan. Si Mbak Pramugari yang diduga bernama Sherryl nyolot dan jawab dengan nada tinggi

"Iya, duduk aja dulu. Nanti juga pasti dapat kursi. Ini kan pakainya pesawat kecil. Mbak check in dengan konfigurasi pesawat besar," kata dia dengan ekspresi kesal dan nada tinggi

"Ya itu bukan kesalahan saya Mbak. Lagian mana ada naik pesawat nggak dapat kursi. Kayak naik angkot aja," saya balas dengan nada tinggi juga. Orang-orang mulai menoleh ke arah kami

"Iya, duduk aja dulu. Nanti juga dapat kursi," jawab dia dengan muka super nyolot

"Saya nggak mau duduk kalau belum jelas. Dan saya nggak mau dikasih kursi sisa asal-asalan ya. Saya mau dapat kursi di dekat jendela sesuai saat check in," kata saya

"Ya udah," jawab si pramugari sambil melengos

Akhirnya saya dan si pramugari sama-sama berdiri di ruangan paling belakang. Saya menyaksikan satu per satu penumpang yang punya nomor resmi, duduk di tempatnya masing-masing. Sementara saya tetap berdiri menunggu.

Si pramugari Sherryl tidak mau lagi bicara dengan saya. Dengan nada kesal, dia menyuruh temannya untuk memanggil staff ground dan mengurus saya.

Tidak lama, datang seorang petugas laki-laki berbaju putih dan memakai rompi. Dia bilang hal saya sama: "duduk saja di bangku yang kosong"

"Bangku kosong itu yang mana maksudnya? Tunjukkin dong ke saya. Jangan saya disuruh nyari-nyari sendiri. Emangnya Kopaja apa? jawab saya kesal

Saya jalan mengikuti petugas. Kemudian petugas memberi saya kursi (saya tidak perhatikan lagi nomer berapa) di dekat jendela. Oke, akhirnya saya duduk juga di kursi sisa. Untung ada, kalau full gimana ya?

Drama belum berakhir. Ada pasangan suami istri bawa anak yang senasib dengan saya. Setelah sempat berdebat, akhirnya petugas mengarahkan suami istri itu ke bagian depan. Saya tidak tahu lagi kelanjutannya. Sudah lelah jiwa.

Kepada jajaran manajemen Lion Air yang terhormat, tahukah Anda? Sampai saya turun tidak ada satu pun ucapan maaf dari kru Anda. Bahkan ketika turun, saya melewati dua pramugari dan mereka sedang asyik ngobrol bisik-bisik gitu.

Tentu sebagai penumpang saya merasa jengkel setengah mati dengan kejadian ini. Saya merasa dibohongi dan direpotkan dengan kesalahan internal Anda. Dan, sebagai orang awam, bolehkah saya bertanya? Apakah manifest penumpang sesepele itu untuk maskapai Anda? Apakah dengan memberi kursi sisa lalu persoalan selesai? Apakah dua pramugari Anda tidak dididik bagaimana cara memperlakukan penumpang dengan baik?

Salam,
satwika

Korban Lainnya :


sumber L https://www.portal-islam.id/2018/09/benar-benar-parah-viral-curhat.html

Read More

Keluarga Puput Minta Ahok Masuk Islam, Ini Jawaban Tegas Ahok !

Sebarkanlah ~ Kabar rencana pernikahan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Bripda Puput Nastiti Devy, hingga kini masih jadi perbincangan publik. Kabar tersebut pun rupanya sudah sampai ke telinga keluarga Puput. Namun seperti diketahui, Ahok dengan Puput berbeda keyakinan. Ahok diketahui memeluk agama Kristen, sedangkan Bripda Puput menganut agama Islam.


Seperti dilansir dari okezone.com (10/9/2018), keluarga Puput rupanya tak keberatan jika memang Ahok ingin serius meminang Puput dan membawanya ke pelaminan. Namun paman Puput, Suprianto yang mewakili keluarga akhirnya ikut angkat bicara terkait kabar rencana pernikahan Ahok dengan Puput.



Sang paman rupanya berharap agar tidak terjadi pernikahan beda agama antara Ahok dengan Puput. Karena itulah Suprianto berharap Puput tidak berpindah keyakinan saat menikah dengan Ahok, tapi justru ia menginginkan agar Ahok yang masuk Islam dan menjadi mualaf. "Saya sebagai paman kalau bisa Puput tidak pindah agama, kalau terjadi pernikahan, semoga Ahok masuk islam" ucap sang paman.

Kabar tersebut rupanya sampai juga ke pihak Ahok, yang langsung menanggapinya lewat postingan di akun Instagram @basukibtp (8/9/2018) lalu. Pihak Ahok memberikan tanggapannya dengan menuliskan 2 poin, di mana poin pertama menyebutkan kalau Ahok akan menjawab sendiri tentang kabar rencana pernikahannya setelah bebas nanti. Sedangkan poin kedua menyebutkan bahwa Ahok yang sekarang masih sama dengan Ahok yang dulu.


"1. Terkait opini pemberitaan yang beredar akhir-akhir ini, BTP mengatakan akan menjawab sendiri mengenai semua hal itu ketika bebas nanti. 2. Yang pasti BTP yang sekarang masih sama seperti BTP yang dahulu, yang taat kepada agama dan konstitusi. Dan saat ini BTP sedang belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik bagi dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat," demikian isi postingan tersebut.

sumber : https://www.ucnews.id/news/Keluarga-Puput-Minta-Ahok-Masuk-Islam-Sebelum-Nikah-Begini-Jawaban-Ahok-yang-Bikin-Syok/1172044880969341.html
Read More